Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Terbukti Lewat Riset! Jalan 2 Menit Setelah Makan Bisa Turunkan Kadar Gula Darah

Manfaat jalan kaki setelah makan, bisa menurunkan kadar gula darah, mencegah diabetes. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/mamypuk)

Jakarta – Studi baru menunjukkan cara sederhana seseorang menurunkan kadar gula darah. Terbukti, berjalan selama dua menit setelah makan bisa membantu mencegah terkena diabetes.
Dikutip dari New York Times, para ilmuwan mengamati hasil tujuh penelitian yang membandingkan efek duduk setelah makan, dengan berjalan setelah makan dalam meta analisis yang dimuat jurnal Sports Medicine. Khususnya, efek pada jantung hingga kadar gula darah.

Hasil riset menunjukkan mereka yang jalan kaki sekitar dua hingga lima menit setelah makan, memiliki dampak signifikan dalam penurunan kadar gula darah.

“Setiap hal kecil yang Anda lakukan akan memberikan manfaat, meskipun itu adalah langkah kecil,” kata dr Kershaw Patel, ahli jantung di Houston Methodist Hospital.

Dalam lima penelitian yang dievaluasi jurnal tersebut, tidak ada peserta yang mengidap prediabetes atau diabetes tipe 2.

Sementara dua penelitian lainnya melibatkan orang-orang dengan diabetes dan tanpa penyakit tersebut. Peserta diminta untuk berdiri atau berjalan selama dua hingga lima menit, setiap selesai makan. Hasilnya juga sama, berjalan meskipun hanya dalam 2 menit, tetap lebih baik.

Kesimpulannya, ketujuh penelitian menunjukkan berjalan kaki dengan intensitas ringan setelah makan sudah cukup untuk menurunkan kadar gula darah secara signifikan dibandingkan, hanya duduk.

Baca Juga : Dokter Sebut Akupuntur bisa Perbanyak ASI dan Turunkan Berat Badan

Bagi pengidap diabetes, menghindari fluktuasi tajam kadar gula darah merupakan komponen penting dalam mengontrol risiko komplikasi penyakit. Lonjakan tajam dan penurunan kadar gula darah juga diduga berkontribusi terhadap berkembangnya diabetes tipe 2.

Berdiri juga membantu menurunkan kadar gula darah, meski tidak setinggi berjalan kaki ringan.

“Berdiri memang memberikan sedikit manfaat,” kata Aidan Buffey, seorang mahasiswa pascasarjana di Universitas Limerick Irlandia, penulis makalah tersebut. “Dibandingkan dengan duduk atau berdiri, jalan kaki dengan intensitas ringan merupakan intervensi yang lebih unggul,” katanya.

Hal ini karena jalan ringan membutuhkan keterlibatan otot yang lebih aktif dibandingkan berdiri dan menggunakan bahan bakar dari makanan, saat banyak bahan bakar beredar di aliran darah. “Otot Anda akan menyerap sebagian dari kelebihan glukosa tersebut,” kata Jessie Inchauspé, penulis buku Glucose Revolution: The Life-Changing Power of Balancing Your Blood Sugar.

“Anda tetap mengonsumsi makanan yang sama, namun dampaknya terhadap tubuh Anda akan berkurang,” tambahnya.

Dari semua pengamatan, berjalan kaki dalam waktu lebih panjang yakni 60 sampai 90 menit sangat berguna menekan kemungkinan lonjakan kadar gula darah.

Jika tidak merasa memiliki waktu untuk itu, Inchauspé juga merekomendasikan pekerjaan rumah yang bisa dilakukan agar tetap aktif bergerak.

“Bergerak sedikit saja bermanfaat dan dapat menyebabkan perubahan terukur, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian ini, pada penanda kesehatan Anda,” kata dr Euan Ashley, ahli jantung di Universitas Stanford.

Buffey, yang penelitiannya berfokus pada intervensi aktivitas fisik di lingkungan tempat kerja, mencatat bahwa jalan kaki singkat selama dua hingga tiga menit lebih praktis selama hari kerja. “Orang-orang tidak akan bangun dan kemudian olahraga, berlari di atas treadmill atau berkeliling kantor, namun mereka bisa bahkan sekadar berjalan-jalan di lorong kantor,” sebut dia.

(naf/kna) (ars)