
iPhone 15. Foto: AP/Jeff Chiu
Jakarta – Pemerintah China dilaporkan melarang pegawai pemerintah memakai Phone di kantor. Pihak China kemudian membantah tudingan itu dan kini, media di Negeri Tirai Bambu menyindir Amerika Serikat terkait peristiwa ini.
Pemerintah AS memang menanggapi laporan larangan itu. “Tampaknya ini merupakan bentuk pembalasan agresif dan tidak pantas terhadap perusahaan-perusahaan AS yang pernah kita lihat dilakukan oleh China di masa lalu, dan memang seperti itulah yang terjadi,” kata John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional.
Adapun China sudah membantahnya, “China belum mengeluarkan undang-undang, aturan, atau dokumen kebijakan apapun yang melarang pembelian dan penggunaan ponsel dari merek asing seperti Apple,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China.
Global Times, media pemerintah China, menilai media-media AS membesar-besarkan rumor larangan iPhone dan salah menafsirkannya sebagai pembalasan Tiongkok terhadap Apple demi Huawei.
Baca Juga : Apple Yakin iPhone 15 Pro Jadi Konsol Game Terbaik Saat ini
“Tidak ada undang-undang, peraturan, atau dokumen kebijakan di Tiongkok yang melarang pembelian dan penggunaan ponsel merek luar negeri, seperti Apple. Dan dibandingkan dengan situasi yang dihadapi Apple di China, Huawei masih jauh dari menerima perlakuan adil di AS,” tulis mereka.
Menurut Global Times, AS seharusnya berkomunikasi dengan China terlebih dulu untuk menjernihkan kesalahpahaman. “Jika mereka bersikeras membuat interpretasi politik terhadap sebuah rumor, maka satu-satunya alasan adalah karena mereka tahu bahwa mereka telah melakukan terlalu banyak hal tak masuk akal untuk menekan perusahaan China dengan sanksi sepihak, dan mereka terlalu khawatir akan adanya pembalasan.”
“Satu hal yang pasti, selama Apple patuh undang-undang dan peraturan China dan beroperasi berdasar aturan tatanan internasional, melindungi data konsumen yang disimpan di ponsel mereka untuk memastikan keamanan informasi, Apple takkan menghadapi hambatan kebijakan apapun di China,” sebut Global Times.
“Mengapa media AS tidak mempertanyakan perilaku pemerintahnya sendiri, yang awalnya menyabotase tatanan perdagangan internasional?” sergah Global Times.
More Stories
Mendengar Kaesang Diisukan Gabung PSI,Djarot PDIP: Saran Saya Ojo Grusa Grusu,
Ada Usulan Judi Online Dipajaki, Emang Bisa?
Deva Mahenra Curhat soal Perankan Om Hao di Kisah Tanah Jawa