Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Kisah Pilu Pak Tarno Ditelantarkan Ibu dari Kecil, Sudah Sukses Baru Diakui

Foto: Ahsan Nurrijal/detikcom

Jakarta – Pesulap Pak Tarno mengaku belajar sulap otodidak. Saat berjualan martabak, Pak Tarno menghibur para pembelinya yang didominasi anak-anak dengan melakukan atraksi sulap klasik.

“Nggak ada yang ajarin. Jual martabak sambil sulap. Misalnya kertas disobek-sobek, ‘Ayo adik-adik beli martabak nanti saya sulap’. Saya belajar sendiri. Modalnya murah burung emprit,” kata Pak Tarno di studio Rumpi: No Secret, Transmedia, Jakarta Selatan, kemarin.

Pak Tarno menceritakan kisahnya waktu kecil. Sedari kecil dirinya ditelantarkan oleh sang bunda, ketika ayah sudah meninggal saat usianya masih berusia 3 tahun.

Baca Juga : Terungkap! Britney Spears Pernah Lakukan Aborsi Anak Justin Timberlake

Setelah ayah meninggal, Pak Tarno diasuh oleh neneknya. Sedangkan ibunda pergi meninggalkannya.

“Ayahnya meninggal, ibu bukannya anak diurus ini ditinggal dari kecil,” ucapnya emosional.

Pak Tarno yang sudah sulit bicara, mendadak emosional bicara soal ibunda. Pesulap yang sudah berusia lanjut itu menangis dan mendadak sulit cerita kalau sudah soal ibunda.

“Saya kuli apa aja. Nenek sudah tua, makan cari sendiri, kalau nggak nguli makannya daun-daunnan aja,” kenangnya.

Akhirnya Pak Tarno mendapat informasi keberadaan ibunda saat sudah menjadi artis. Sang bunda diketahui berada di Sumatera.

Pak Tarno mendapatkan cerita, ibunya bicara ke semua orang kalau Pak Tarno sang pesulap adalah anaknya. Namun, banyak yang tak percaya dan menganggap ibunya hanya mengkhayal.

Baca Juga : Soal Kasus Video Syur, Karier dan Masa Depan Rebecca Klopper Disebut Hancur

“Ketemu juga saya udah jadi artis, sudah tua. Dia ngomong-ngomong ke orang-orang Tarno anak saya. Nggak ada yang percaya,” tuturnya.

“Akhirnya saya datang ke Sumatera…,” Pak Tarno kembali menangis.

“‘Sorry ya Pak, Bu, saya emang anaknya, dari kecil ditinggal’. (Kata orang-orang di dekat tempat tinggal ibunya), ‘Iya nih udah gede diakuin, jahat banget bapaknya meninggal diurusin’. Sudah jadi artis diakuin orang-orang kan nggak percaya,” bebernya.

Pada momen pertemuan itu, Pak Tarno yang sudah sangat sakit hati mengatakan sang bunda meminta maaf kepadanya. Pak Tarno mengaku masih sangat sakit hati ketika mengingat masa kecilnya.

“Iya ngomong gitu aja, ‘Maaf ya No. Tarno kecil aku nggak urusin. Sekarang mah sudah tua’. Sekarang saya masih ngerasain sakit. Dulu saya makan daun semanggi, eceng, daun apa aja direbus, boro-boro nasi, jagung aja susah. Kuli dulu baru bisa makan, orang pada sekolah saya udah nguli, kelas satu juga nggak kebayar,” cerita Pak Tarno terbata-bata.

Sampai akhirnya dia merantau ke Jakarta. Berbagai pekerjaan pernah dilakoni, mulai dari menjadi dalang hingga jualan minyak.

“Jualan minyak belum dapat duit dari pagi sampai siang nggak laku-laku, jalanan jembatan bambu. Nggak laku-laku namanya jembatan bambu kepleset. Ya udah pulang jalan aja. Coba dagang air, ‘Bu aku minta mau dagang air bayarnya kalau sudah laku’. ‘Tong nggak apa-apa udah laku baru setor’, laku air mah,” cerita Pak Tarno.

Editor : Jasver Javier