Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Jembatan Suramadu Pernah Jadi Jalan Tol buat Motor, Kini Gratis

Foto: Antara/Didik Suhartono

Jakarta – Masyarakat pasti sudah tak asing dengan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura ini merupakan yang terpanjang di Indonesia saat ini, dengan panjang keseluruhan mencapai 5.438 meter.

Ternyata, Jembatan Suramadu pernah menjadi bagian dari Jalan Tol di Indonesia lho. Dikutip dari Instagram Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Sabtu (4/11/2023), jembatan yang melintasi Selat Madura ini pernah menjadi jembatan tol pertama di Indonesia yang dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.

Namun sejak 2018 hingga saat ini, Jembatan Suramadu dijadikan sebagai jembatan non tol dan bebas dari tarif. Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 27 Oktober 2018 silam.

Baca Juga : Pernyataan KCIC soal Viral Atap Stasiun Kereta Cepat Halim Bocor

Adapun pembebasan tarif ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 98 tahun 2018 tentang perubahan pengoperasian Jembatan Suramadu dari jembatan tol menjadi jembatan non tol. Sejak saat itu, Jembatan Suramadu dapat dilalui secara gratis.

Dalam sejarahnya, Jembatan Suramadu dibangun di masa kepresidenan Megawati Soekarno Putri pada tahun 2003. Namun jembatan ini baru diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2009.

Pertama kali diresmikan, jalan tol tersebut telah dilengkapi jalur khusus motor. Namun, jalur khusus motor ini sejak Juli 2022 sementara ditutup. Hal ini dilakukan karena ada penambahan pasokan listrik untuk wilayah Madura yang disalurkan melalui Jembatan Suramadu.

Sebagai tambahan informasi, pada 2018 silam Presiden Jokowi menyampaikan, alasan dirinya memutuskan untuk menggratiskan tol Jembatan Suramadu karena masukan dari para tokoh masyarakat dan agama, serta Ikatan Keluarga Madura (Ikama). Pada 2015, usulan yang diterima Jokowi agar biaya untuk sepeda motor dibebaskan.

Baca Juga : Penadah Beli Anak Komodo Rp 2 Juta dari Warga, Jual Kembali Rp 28 Juta

“Dan setelah kami hitung, kami kaji kemudian digratiskan. Kemudian 2016 ada masukan lagi agar tarif tol (untuk mobil) dipotong 50% dan kami putuskan,” kata Jokowi di Jembatan Suramadu, Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018).

Akan tetapi hal tersebut belum memberikan dampak yang signifikan bagi ekonomi Madura. Karena itu, kata Jokowi, dengan penghitungan dan menimbang masukan dari berbagai pihak terutama tokoh masyarakat dan agama, maka Tol Jembatan Suramadu resmi berganti nama menjadi Jembatan Suramadu non tol.

“Kita harapkan dengan menjadi jembatan non tol biasa kita berharap pertumbuhan ekonomi Madura akan semakin baik, investasi akan datang semakin banyak, properti turis akan semakin berkembang, dan insya Allah pertumbuhan ekonomi akan kelihatan,” katanya.

Di sisi lain, Jokowi juga sempat mengaku, pemasukan dari pengoperasian jembatan Suramadu juga tak memberi sumbangan yang banyak untuk APBN. Sehingga dampak ekonomi dengan digratiskannya jembatan tol tersebut lebih besar dari kontribusinya selama berbayar ke APBN.

“Ini pemasukan untuk APBN juga nggak banyak kok. Kecil. Saya pikir triliunan, ternyata saya tanya ke Menteri PU kira-kira Rp 120 miliar,” kata Jokowi.

(shc/fdl)

Editor : Jasver Javier