Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Tangisan Tiada Henti di Gaza, Israel Terus Bombardir

Ilustrasi Kerusakan di Gaza (Foto: REUTERS/MOHAMMED SALEM)

Jakarta – Israel Terus Melakukan Serangan ke sejumlah bangunan di Gaza, Palestina. Israel kembali melakukan serangan di kamp pengungsi Al-Maghazi, di Gaza Tengah pada Sabtu malam hingga melakukan serangan ke Universitas Al Azhar.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan serangan di kamp pengungsi Al-Maghazi mengakibatkan 30 orang tewas.

“Lebih dari 30 orang (yang tewas) tiba di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir Al-Balah dalam pembantaian yang dilakukan oleh pendudukan di kamp Al-Maghazi di Jalur Gaza tengah,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf Al-Qudra dalam sebuah pernyataan, dilansir Aljazeera, Minggu (5/11/2023).

Dilansir dari AFP, pertempuran terusTerjadi di Gaza meskipun terdapat seruan gencatan senjata dari negara-negara Arab dan warga sipil selama 30 hari.

Baca Juga : Israel Klaim Kepung Gaza Dan Terus Perluas Operasi Darat

Israel Mengebom Universitas Al-Azhar
Wakil Menteri Luar Negeri Palestina Amal Jadou mengatakan Israel telah melakukan serangan bom ke Universitas Al-Azhar di Gaza. Serangan itu terjadi Sabtu waktu setempat.

Dikutip Al-Jazeera, Minggu (5/11/2023), momen pemboman universitas Al-Azhar itu diunggah di akun X Jadou. Pemboman itu terjadi pada Sabtu pagi.

(CAIR) atau The Council on American-Islamic Relations –organisasi advokasi dan hak sipil muslim terbesar di AS Mengutuk Peristiwa Itu.

Serangan terhadap fasilitas PBB yang menampung pengungsi membuktikan Kepada Dunia bahwa komunitas internasional harus bertindak untuk menghentikan kampanye genosida oleh Israel yang menargetkan warga Sipil Palestina.

Sebanyak 51 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di kamp pengungsi Maghazi.

Diketahui, serangan Israel telah menyebabkan hampir 10.000 warga Palestina, termasuk ribuan anak perempuan tewas.

CAIR juga mengutuk pembantaian yang dilakukan Israel terhadap warga sipil Palestina hingga serangan di Rumah Sakit Shifa di Gaza.

Editor : Jasver Javier