Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Soal Putusan MKMK, Tim Kampanye Nasional (TKN): Gibran Tetap Cawapres Prabowo

Foto: Pradita Utama

Jakarta – Meski Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menetapkan Ketua MK Anwar Usman melanggar kode etik dalam putusan soal batas usia minimum capres-cawapres, keputusan koalisi Indonesia Maju mengusung Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo Subianto tak berubah.

Menurut Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, keputusan MKMK tak mempengaruhi keputusan MK sebelumnya.

Sebelumnya, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) telah selesai membacakan putusan terhadap 21 laporan dugaan pelanggaran etik dengan terlapor para hakim konstitusi. Putusan MKMK tersebut mulai dari teguran lisan hingga pemberhentian dari jabatan.

Baca Juga : Survei Charta: Head to Head, Prabowo-Gibran Unggul Vs Ganjar-Mahfud

Putusan itu dibacakan dalam sidang yang digelar di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (7/11/2023). Sidang tersebut dipimpin oleh majelis yang terdiri atas Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie serta anggota Bintan R Saragih dan Wahiduddin Adams.

Putusan terhadap 21 laporan itu dibagi dalam empat putusan. Putusan yang pertama kali dibacakan ialah putusan yang berisi sanksi terhadap hakim MK secara kolektif, lalu dilanjutkan putusan yang berisi sanksi bagi individu.

MKMK mengatakan para hakim terlapor terbukti bersama-sama melakukan pelanggaran. Para hakim itu dijatuhi sanksi terguran lisan.

“Memutuskan menyatakan para hakim terlapor secara bersama-sama terbukti melakukan pelanggaran terhadap kode etik,” ucap Jimly.

“Sanksi teguran lisan secara kolektif,” sambungnya.

Editor : Jasver Javier