Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Asal usul Pembentukan Hizbullah

Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah (Salah Malkawi/Getty Images)

Jakarta – Hizbullah muncul pada awal 1980-an semasa huru-hara Perang Saudara Lebanon selama 15 tahun . Sejak 1943, kuasa politik di Lubnan telah dibagikan antara kumpulan agama yang dominan di negara itu—Muslim Sunni, Muslim Syiah, dan Kristian Maronit. 

Pada tahun 1975, ketegangan antara kumpulan ini meletus menjadi perang saudara. Pada tahun 1978 dan sekali lagi pada tahun 1982, tentera Israel menyerang selatan Lebanon coba untuk menghalau beribu-ribu pejuang gerila Pertubuhan Pembebasan Palestin (PLO) yang telah melancarkan serangan ke Israel.

Pada tahun 1979, militia Syiah Iran yang tersusun secara longgar yang bersimpati kepada kerajaan teokratik Iran mengangkat senjata menentang Israel yang telah menduduki negara itu. Dengan pembiayaan dan latihan yang disediakan oleh kerajaan Iran dan Kor Pengawal Revolusi Islam (IRGC), militia Syiah berkembang menjadi pasukan pejuang geriliya yang sangat berkesan yang menggunakan nama Hizbullah, yang bermaksud “Parti Tuhan.”

Para petinggi Hizbullah selama ini juga sering dikirim ke Irak dan Suriah untuk bekerja sama dengan Houthi. Di Lebanon, Hizbullah bersumpah mengusir kekuatan Barat, menyerukan penghancuran negara Israel, dan setia kepada pemimpin tertinggi Iran kendati menekankan bahwa rakyat Lebanon harus memiliki kebebasan dalam menentukan nasib sendiri.

Hizbullah sekarang dipimpin oleh Hassan Nasrallah sejak tahun 1992, setelah Israel membunuh pendiri sekaligus pemimpin sebelumnya, Abbas Al-Musawi. Nasrallah mengepalai Dewan Syura yang berisi 7 orang dan 5 sub-komite, terdiri dari majelis politik, majelis jihad, majelis parlemen, majelis eksekutif, dan majelis yudisial.

Editor : Jasver Javier