
Foto: Getty Images/iStockphoto/400tmax
Jakarta – Google dilaporkan membayar Apple sebesar 36% dari seluruh pendapatan iklan yang dihasilkan setiap kali pengguna melakukan pencarian Google dengan menggunakan browser Safari milik Apple.
Angka tersebut yang seharusnya dirahasiakan tapi diungkapkan oleh Kevin Murph seorang profesor ekonomi di University of Chicago saat memberikan kesaksian atas nama Alphabet di persidangan Departemen Kehakiman yang sedang berlangsung di Washington pada hari Senin (13/11).
Angka tersebut menjelaskan lebih lanjut mengenai hubungan antara dua perusahaan teknologi terbesar di dunia Google dan Apple, yang telah berada di bawah pengawasan antimonopoli dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga : 5 Resep Rahasia Starbucks, Cocok Dinikmati Pagi Hari
Department of Justice (DOJ) menuduh Google menggunakan sumber dayanya yang besar untuk mempertahankan dominasi pasar dengan membayar perusahaan seperti Apple yang memiliki perangkat iPhone, iPad dan Mac dengan miliaran pengguna untuk menjadi mesin pencari default di Safari.
Pada tahun 2021, dilaporkan oleh New York Times Google telah membayar Apple sekitar USD 18 miliar atau sekitar RP 278 triliun untuk menjadi mesin pencari di Safari secara default.
Pada pekan lalu, Google dan Apple telah mengajukan keberatan untuk mempublikasikan rincian kesepakatan mereka. Google mengatakan bahwa mempublikasikan lebih banyak rincian akan secara tidak wajar merusak posisi kompetitif Google dalam hubungannya dengan pesaing dan rekanan lainnya dalam pengajuan pengadilan.
Editor : Jasver Javier
More Stories
5 Kopitiam Tertua di Indonesia yang Legendaris
5 Minuman Untuk Turunkan Kolesterol Secara Alami, Cocok buat Hidangan Sarapan Pagi!
Agar Daya Ingat Tak Menurun, Kurangi Konsumsi 5 Makanan Ini