Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Masih ada Kekhawatiran Masyarakat Tentang Pemanfaatan Nuklir Sebagai Pembangkit Listrik

ilustrasi PLTN (unsplash.com/Lukáš Lehotský)

Jakarta –  Indonesia Berencana akan memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang beroperasi mulai 2032. Keberadaan PLTN diyakini akan meningkatkan keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.

Namun, Masih ada kekhawatiran bagi sebagian masyarakat tentang pemanfaatan nuklir sebagai energi pembangkit listrik.

Pemerintah memahami bahwa masih ada kekhawatiran di masyarakat terkait pemanfaatan nuklir sebagai pembangkit listrik. Sementara itu, sudah banyak negara yang menggunakannya sebagai energi baru.

Menilik survei yang pernah dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada Oktober-Desember 2016 yang lalu, beberapa hal yang dikhawatirkan masyarakat adalah ancaman kebocoran reaktor nuklir, pencemaran radioaktif yang ditimbulkan oleh reaktor PLTN, dan limbah radioaktif.

“PLTN adalah energi baru yang memang selama ini masyarakat masih khawatir pemanfaatannya,” ujar Arifin.

Kabar baiknya, berdasarkan survei yang dilakukan kepada 4 ribu responden di 34 provinsi, 77,5 persen di antaranya setuju adanya PLTN.

Negara lain sudah lebih dulu manfaatkan nuklir

Mengutip draf Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) Tahun 2023-2060, Indonesia memproyeksikan kapasitas pembangkit pada 2060 mencapai 722 GW.

Dari angka tersebut, kapasitas pembangkit PLTN termasuk reaktor modular kecil atau small modular reactor (SMR), diproyeksikan sekitar 2 persen dari 722 GW. Rencananya, operasi komersial PLTN pertama kali mulai 2032 sebesar 0,4 GW.

Sejumlah negara sudah lebih dulu memanfaatkan SMR, termasuk PLTN terapung untuk memasok listrik alias offshore floating SMR.

Editor : Jasver Javier