Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Puluhan Tahanan Asal Palestina Disambut Bak Pahlawan Usai Dibebaskan Israel

Foto: Warga Palestina sambut pembebasan puluhan tahanan oleh Israel (AP Photo/Majdi Mohammed)

Tepi Barat – Lebih dari tiga lusin tahanan asal Palestina pulang ke rumah mereka dan disambut seperti pahlawan di Tepi Barat, Palestina. Mereka pulang setelah dibebaskan dari penjara Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas.

Dilansir Associated Press, Minggu (26/11/2023), prosesi pembebasan tahanan yang beberapa diantaranya ditahan karena tuduhan melakukan pelanggaran ringan ataupun penyerangan, memicu kerumunan besar warga Palestina yang bersorak dan bertepuk tangan di sebuah pos pemeriksaan di luar Yerusalem.

Lima belas pemuda yang dibebaskan terlihat kebingungan. Mereka tampak masih mengenakan pakaian penjara berwarna abu-abu dan tampak kurus.

Mereka terlihat disambut di jalanan dan digendong oleh ayah mereka yang berlinang air mata. Kembang api pun mengubah langit malam menjadi warna yang menyala-nyala dengan musik pop Palestina yang patriotik berkumandang.

“Saya tidak punya kata-kata, saya tidak punya kata-kata,” kata Jamal Brahma (17) yang baru dibebaskan.

“Terima kasih Tuhan,” sambungnya.

Air mata jatuh di pipi ayahnya, Khalil Brahma, saat dia menurunkan putranya dari bahunya dan menatap matanya untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan. Pasukan Israel telah menangkap Jamal di rumahnya di kota Jericho, Palestina, musim semi lalu dan menahannya tanpa tuduhan atau pengadilan.

“Saya hanya ingin menjadi ayahnya lagi,” katanya.

Pembebasan tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel terjadi beberapa jam setelah dua lusin sandera, termasuk 13 warga Israel, dibebaskan Hamas di Gaza. Pertukaran ini merupakan bagian kesepakatan empat hari gencatan senjata.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Hamas akan membebaskan sedikitnya 50 sandera, dan Israel membebaskan 150 tahanan Palestina. Israel mengatakan gencatan senjata dapat diperpanjang satu hari ekstra untuk setiap tambahan 10 sandera yang dibebaskan.

Meskipun suasana meriah, masyarakat tetap merasa gelisah. Pemerintah Israel telah memerintahkan polisi untuk menutup perayaan atas pembebasan tersebut.

“Tentara mencoba untuk mengambil momen ini dari kami tetapi mereka tidak bisa,” kata Mays Foqaha sambil jatuh ke pelukan temannya yang baru dibebaskan, Nour al-Taher, yang ditangkap selama protes pada bulan September di Masjid Al Aqsa di Yerusalem.

“Ini adalah hari kemenangan kita,” sambungnya.

Editor : Jasver Javier