Boomnews.id

Situs Berita Terkini

WN Thailand Cerita Diperlakukan Baik Saat Disandera Hamas

WN Thailand yang dibebaskan Hamas (Foto: Ministry Of Foreign Affairs Thailand/Handout via REUTERS)

Bangkok – Hamas telah membebaskan puluhan sandera, termasuk sejumlah warga Thailand, dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Usai bebas, para WN Thailand itu langsung menelpon untuk mengabari keluarga mereka tentang momen menjadi sandera kelompok Hamas.

Dilansir AFP, Minggu (26/11/2023), Kittiya Thuengsaeng mengaku kaget usai mendapat kabar bahwa pacarnya selamat dari serangan Hamas di wilayah Israel. Dia senang mendapat kabar bahwa pacarnya menjadi salah satu sandera yang dibebaskan Hamas.

“Saya tidak dapat mempercayai mata saya,” ujar Kittiya saat melihat foto pacarnya, Wichai Kalapat, usai dibebaskan dari penahanan selama berminggu-minggu.

“Saya ngobrol dengannya di pagi hari. Dia masih tersenyum. Dia bilang dia aman,” sambungnya.

Sandera lainnya, Vetoon Phoome, juga langsung menghubungi saudara perempuannya, Roongarun Wichanguen, usai dibebaskan Hamas. Roongarun mengatakan dirinya mendapat kabar kalau saudara laki-lakinya itu akan pulang pada Sabtu pagi.

“Saya sangat senang karena harapan saya sangat redup, namun tiba-tiba ada harapan,” ujarnya kepada AFP.

Dia juga mengaku telah video call dengan saudaranya itu. Dia menyebut wajah abangnya tampak bahagia dan mengaku diperlakukan dengan baik oleh Hamas selama masa penyanderaan.

“Saya memperbesar dan menemukan saudara laki-laki saya di dalamnya. Saya sempat video call dengan kakak saya dan wajahnya tampak bahagia,” ujarnya.

“Dia mengatakan bahwa dia tidak disiksa, atau diserang, dan telah diberi makanan yang baik. Dia dirawat dengan sangat baik,” sambungnya.

Seorang pejabat Thailand mengkonfirmasi kepada AFP bahwa Vetoon dan Wichai termasuk di antara mereka yang dibebaskan. Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan ada 10 sandera Thailand yang telah dibebaskan oleh Hamas dan akan pulang ke Thailand ‘sesegera mungkin’ setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Israel. Dua puluh warga Thailand masih termasuk di antara sekitar 215 sandera yang masih ditahan oleh militan Palestina setelah gelombang serangan lintas batas ke Israel pada tanggal 7 Oktober.

Editor : Jasver Javier