Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Mediator Terus Berupaya Perpanjangan Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Hamas meluncurkan lebih dari 4.800 roket dalam konflik tahun lalu, menurut PBB. photo (AP)\

Jakarta – Mediator terus berupaya untuk mendapatkan perpanjangan gencatan senjata sementara antara Israel dan kelompok militan Hamas. Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan, upaya ini dilakukan karena perpanjangan dua hari akan berakhir pada Rabu (29/11).
Berdasarkan laporan dari kantor berita AFP dan Reuters, pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) dan Israel sedang bertemu dengan mediator Qatar dan Mesir untuk mendapatkan perpanjangan waktu lagi.

Direktur CIA William J. Burns dan Kepala Mossad David Barnea dijadwalkan bertemu dengan mediator Qatar dan Mesir, menurut laporan tersebut.

12 sandera diserahkan ke Palang Merah
Pada Selasa (28/11), setidaknya 12 sandera warga Israel dan 30 tahanan Palestina dibebaskan. Gencatan senjata sementara, yang dimulai pada Jumat (24/11), juga memungkinkan bantuan mengalir ke Gaza.

Pasukan Pertahanan Israel, IDF, menyatakan 12 sandera yang dibebaskan dari penawanan di Jalur Gaza telah tiba dengan selamat di wilayah Israel.

“Para sandera yang dibebaskan berada… di dalam wilayah Israel,” kata militer Israel dalam pernyataan pada hari kelima gencatan senjata di Jalur Gaza, seraya menambahkan bahwa mereka “memberi hormat dan merangkul para sandera yang dibebaskan setelah mereka kembali pulang.”

Di antara sandera yang dibebaskan terdapat perempuan dewasa hingga usia 84 tahun, dan seorang remaja berusia 17 tahun, yang dibebaskan bersama ibunya.

Seluruhnya sudah sekitar 81 sandera sejauh ini dibebaskan oleh militan Hamas dalam beberapa hari terakhir, termasuk 61 warga negara Israel.

Otoritas penjara Israel juga mengonfirmasi bahwa 30 tahanan Palestina telah dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, termasuk 15 perempuan dan 15 remaja laki-laki. Pengumuman tersebut menyusul pembebasan 10 sandera Israel dan dua sandera Thailand oleh Hamas, yang oleh Uni Eropa, Amerika Serikat dan beberapa negara lain dideklarasikan sebagai organisasi teroris.

Editor : Jasver Javier