Boomnews.id

Situs Berita Terkini

5 Kopitiam Tertua di Indonesia yang Legendaris

Kopi Nanyo di Padang. Foto: Site News/Visual

Jakarta – Budaya ngopi di kopitiam di Indonesia sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Terlihat dari banyaknya kopitiam legendaris yang usianya mencapai ratusan tahun.

Meski awal mula budaya kopitiam berasal dari Malaysia, namun perkembangannya yang pesat membuat kopitiam juga familiar dan banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia. Terutama daerah-daerah yang dulunya menjadi tempat para imigran dari China bermukim.

Sampai sekarang beberapa kopitiam legendaris ini masih eksis dan tak terkikis oleh perkembangan zaman. Walaupun kafe dan tempat ngopi modern sudah bisa ditemukan di mana-mana, tapi kopitiam ini tetap diserbu para pelanggan dan penggemarnya.

Berikut lima kopitiam legendaris dengan usia puluhan sampai ratusan tahun di Indonesia dikutip dari detikfood.

1. Warung Kopi Ake

Di Belitung ada Waroneng Kopi Ake yang jadi favorit dan sudah ada sejak 102 tahun lalu. Berdiri tahun 1921, warung kopi ini disebut sebagai yang tertua di Belitung. Meski warung kopinya sederhana, cita rasa kopi sederhananya selalu dicari.

Lokasi warung yang ada di kawasan kafe Senang,Tanjung Pandan, Belitung Barat tak pernah sepi. Kompleks ini awalnya tempat para pekerja tambang timah melepas lelah. Kemudian di zaman Belanda menjadi tempat orang-orang Belanda dan orang kaya China berkumpul menikmati kopi.

Ada kopi susu yang jadi favorit. Minuman ini diracik dari resep yang sama sejak 102 tahun lalu. Sebagai teman minum kopi, ada telur setengah matang yang sayang dilewatkan.

2. Kedai Kopi Apek

Kalau di Jakarta Kopi Tak Kie jadi salah satu yang legendaris, Medan juga punya kopi yang sudah melegenda sejak dulu. Namanya Kedai Kopi Apek yang berlokasi di Jalan Hindu No. 37, Medan. Persis di depan pasar tradisional Hindu.

Sudah ada sejak tahun 1923. Kopitiam yang mungil ini selalu dipenuhi para penggemarnya, tidak hanya warga keturunan China tapi juga penduduk lokal dan wisatawan lokal.

Racikan kopi yang khas dari kedai ini adalah kopi Sidikalang yang tak pernah berubah sejak 100 tahun lalu. Kebanyakan orang kalau berkunjung ke sini mencicip kopi Sidikalang hitam atau dipadu dengan susu dan es. Selain kopi hitam yang diracik dari kopi berjenis Robusta, kamu bisa menikmati kopi susu yang ditambahkan dengan susu kental manis.

Makanannya juga ada roti bakar dengan olesan srikaya dan telur ayam kampung setengah matang yang dimakan dengan merica, garam dan kecap asin. Di sampingnya ada penjual kwetiau goreng dan aneka jajanan.

3. Warung Kopi Purnama

Walaupun sudah buka sejak 93 tahun lalu, Warung Kopi Purnama di Bandung juga menyajikan kudapan yang populer hingga sekarang. Kopitiam yang pertama kali berdiri di tahun 1930 ini, setiap harinya buka sejak pukul 06.30 pagi dan seringkali menjadi rujukan tempat sarapan bagi warga Bandung.

Layaknya kopitiam legendaris lainnya, hanya ada dua racikan minuman di sini yaitu kopi hitam dan kopi susu. Racikan kopinya dinilai oleh pelanggan memiliki rasa yang spesial dengan hanya satu kali sesap sensasinya seperti bernostalgia di masa lampau.

Selain kopi, ada beberapa menu camilan yang ditawarkan sebagai pendampingnya. Pilihannya mulai dari roti bakar, singkong goreng, hingga bubur ayam.

4. Warung Kopi Nan Yo

Mampir ke Padang jangan lewatkan Kopi Nanyo di Jalan Niaga. Racikan kopi di sini sudah ada sejak tahun 1932 dan kini dikelola oleh generasi ketiga. Uniknya tempat bersantapnya juga masih dipertahankan seperti dulu dengan nuansa tempo dulu.

Kopi yang jadi andalan adalah kopi Sidikalang yang tak pernah berubah sejak 91 tahun lalu. Aromanya semerbak wangi dan rasanya yang khas membuat banyak orang jatuh cinta.

Tersedia dalam pilihan kopi hitam dan kopi susu yang legit. Tak perlu takut lapar di sini karena ada mie ayam, bubur ayam, aneka jajan pasar hingga kwetiaw goreng!

5. Warung Kopi Asiang

Buka sejak tahun 1958, kopitiam paling legendaris dan laris manis di Pontianak ini terkenal dengan sebutan ‘Naked Barista’. Di sini sang pemilik, Yohanes Fendi alias Asiang meracik aneka kopi tradisional tanpa mengenakan baju atau bertelanjang dada.

Kopi legendaris berusia 65 tahun ini jadi incaran banyak orang untuk sarapan. Menunya sederhana ada kopi hitam atau kopi susu, dengan teknik seduh yang ditarik dari atas menggunakan kopi robusta dari Kalimantan.

Selain menyajikan kopi tradisional, di Asiang juga tersedia camilan atau kudapan teman ngopi di pagi hari. Mulai dari gado-gado siram, sate kuah, pastel hingga bolu kukus.

Editor : Jasver Javier