Boomnews.id

Situs Berita Terkini

TKN: Ada Upaya Mendemoralisasi Jokowi untuk Turunkan Elektoral Prabowo-Gibran

Waketum PSI Andy Budiman (Foto: dok detikcom)

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menyebut ada upaya fitnah dan retorika politik yang terus menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarga. Niatnya langsung terkait Pilpres 2024.
“Semua ini dilandasi niat tidak baik, mendemoralisasi Pak Jokowi, menurunkan angka elektoral Prabowo-Gibran dan mendongkrak capres mereka yang kedodoran dalam berbagai survei,” kata Jubir TKN Prabowo-Gibran, Andy Budiman, kepada wartawan, Jumat (1/12/2023).

Retorika dan permainan kata-kata yang diarahkan ke Jokowi seolah-olah pemerintah saat ini seperti Orde Baru, ditegaskan Budiman sebagai pepesan kosong belaka. Dia lantas memaparkan beda era Jokowi dengan era Orde Baru.

“Era Orde Baru, presiden dipilih MPR. Era sekarang, presiden dipilih langsung oleh rakyat. Era Orde Baru, kepala daerah dipilih DPRD. Era sekarang, kepala daerah dipilih langsung,” paparnya.

“Era Orde Baru Pemilu tidak demokratis. Era sekarang, pemilu Indonesia diakui dunia sebagai pemilu demokratis. Skor Economist Intelligence Unit tahun 2022 Skor Pelaksanaan Pemilu Indonesia 7,92 dari skala 1 s/d 10. Itu angka yang baik. Semua lembaga pengawas pemilu internasional menyebut pemilu Indonesia adalah pemilu yang demokratis,” sambung Wakil Ketua Umum DPP PSI tersebut.

Andy meneruskan, pada era Orde Baru tidak ada kebebasan pers dan kebebasan berbicara. Majalah Tempo, Editor, dan Detik dibredel karena mengkritik pemerintah.

“Era sekarang media leluasa mengkritik pemerintah, tidak ada yang dibredel. Tidak ada wartawan dipenjara karena mengkritik jalannya pemerintahan,” bebernya.

Andy juga mengungkap Jokowi tidak pernah menggunakan pasal penghinaan kepala negara, tidak pernah melaporkan penghinaan kepada dirinya kepada aparat kepolisian. Jokowi tidak pernah membuat pengaduan di kepolisian atas kasus penghinaan kepada dirinya sebagai kepala negara.

Editor : Jasver Javier