Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Pakar IPB: Hutan Amazon di Ambang Kehancuran, Pelajaran buat Indonesia

(Foto: REUTERS/Bruno Kelly)

Potret Mengeringnya Sungai Amazon di Kawasan Hutan Amazon.

Jakarta – Hutan Amazon berubah akibat perubahan iklim global. Kawasan paru-paru dunia ini mengalami kekeringan ekstrem hingga fungsi hutannya terdegradasi.

Pakar genetika ekologi dari IPB University, Prof Ronny Rachman Noor menjelaskan, kekeringan ekstrem yang menimpa Amazon juga berdampak langsung pada kehidupan penduduk yang tinggal di kawasan itu. Sumber air dan pangan berkurang drastis, bahkan transportasi terganggu akibat sungai yang mengering.

“Kerusakan hutan Amazon akibat aktivitas manusia ini seharusnya dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Indonesia karena terdegradasinya lingkungan dan hilangnya keanekaragaman hayati dan hewan ini akan berdampak pada kelangsungan hidup generasi mendatang,” kata Prof Ronny
dalam laman IPB, dikutip Kamis (28/12/2023).

Ulah Manusia

Ronny mengungkapkan penyebab utama kehancuran ekosistem di hutan Amazon tersebut berasal dari aktivitas manusia.

“Penyebab utama kehancuran ekosistem hutan Amazon ini adalah aktivitas manusia yang lebih mengedepankan kepentingan ekonomi jangka pendek seperti masuknya perusahaan raksasa pertambangan, pertanian, dan peternakan yang menyisakan sengsara dan nestapa bagi penduduk asli yang hidupnya tergantung pada keberadaan hutan tropis ini,” jelas Ronny.

“Kerusakan hutan dalam skala besar yang telah terjadi puluhan tahun ini dikombinasikan dengan kekeringan menjadikan hutan Amazon di ambang kehancuran yang tidak akan pernah terpulihkan kembali,” sambungnya.

Prof Ronny menuturkan hutan Amazon pernah dilanda kekeringan parah pada 2015. Peristiwa tersebut berdampak pada kematian 2,5 miliar pohon dan tanaman lain, serta satwa liar.

Sudah Mengarah ke Titik Kritis

Prof Ronny mengatakan, jika tingkat deforestasi hutan Amazon sudah mencapai 25 persen dan mengalami peningkatan suhu rata rata periode praindustri, maka hutan Amazon sudah dalam keadaan kritis. Ia menjelaskan, kondisi hutan Amazon saat ini sudah mengarah ke titik kritis karena 17 persen hutan Amazon telah hilang dan suhu global berada di atas suhu praindustri.

“Data empiris menunjukkan bahwa kekeringan ekstrem tahun ini memicu kebakaran hutan akibat pembukaan lahan yang tidak terkendali. Di samping itu tingkat kematian satwa liar seperti lumba-lumba yang menghuni danau di Amazon semakin meningkat akibat suhu air mencapai 40,9 derajat Celcius,” ujar Prof Ronny.

Editor : Jasver Javier