Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Kondisi Memanas, Shell Dilaporkan Setop Pengiriman Lewat Laut Merah

ilustrasi. (Shell)

Jakarta – Shell dilaporkan menyetop pengiriman melalui Laut Merah. Hal ini dilakukan di tengah serangan kelompok Houthi ke Laut Merah, sebagai bentuk solidaritas mereka terhadap warga Gaza, Palestina.

Dilaporkan oleh Wall Street Journal, Shell menghindari rute tercepat ke Eropa melalui Terusan Suez untuk batas waktu yang tidak ditentukan. Saat dikonfirmasi mengenai hal ini Shell menolak berkomentar.

Dikutip dari Sky News, Rabu (17/1/2024), banyak perusahaan khawatir serangan Amerika Serikat (AS) dan Inggris terhadap Houthi di Yaman akan menimbulkan eskalasi lebih lanjut. Hal tersebut ditakutkan berbahaya bagi kapal-kapal yang melintas.

Belum lagi ada risiko konflik regional yang meluas. Serangan yang dilakukan Houthi memang menyebabkan gangguan perdagangan global sejak November tahun lalu.

Dua kapal dikabarkan kena hantaman rudal di Laut Merah, meskipun ada pasukan AS yang melindungi pelayaran. Terbaru kapal curah kosong asal Yunani, MT Zografia dilaporkan tertembak saat berlayar dari Vietnam menuju Israel.

Sumber dari Kementerian Pelayaran Yunani memastikan 24 awak kapal selamat tanpa terluka. Sementara itu Gibraltar Eagle yang berbendera Kepulauan Marshall juga terkena rudal, menyebabkan kebakaran di ruang kargo.

Sebagai informasi sekitar 12% perdagangan global melewati Laut Merah. Konflik di wilayah itu berpotensi mengganggu pemulihan inflasi, khususnya bagi Eropa.

Sky News melaporkan Jumat lalu harga sebuah peti kemas melonjak lebih dari 300% sejak November. Harga tersebut memperhitungkan waktu transit yang lebih lama dan biaya tambahan, awak kapal, bahan bakar dan asuransi.

Sebelum konflik dibutuhkan waktu 10 hari untuk pengiriman dari Asia ke Eropa maupun sebaliknya lewat Laut Merah. Sebagian rute kini berubah dan harus melintasi pantai Afrika.

Sebelumnya, BP mengambil keputusan untuk mengalihkan rute mereka sebelum Natal 2023. Konsekuensi dari biaya tambahan ini belum dirasakan oleh konsumen, namun dampaknya diprediksi akan dirasakan beberapa minggu atau bulan mendatang.

Kepala keuangan operator pelabuhan dan pengangkutan DP World, Yuvraj Narayan, mengatakan bahwa gangguan ini bisa menjadi pukulan berat bagi Eropa. Ia menyebut harga barang ke Eropa dari Asia akan melonjak.

“Konsumen Eropa akan merasakan dampaknya. Hal ini akan lebih berdampak pada negara maju dibandingkan negara berkembang,” ujarnya.

Editor : Jasver Javier