Boomnews.id

Situs Berita Terkini

Dahnil Anzar Tegaskan Tak Ada Suap Terkait Pembelian Pesawat Mirage dari Qatar

Dahnil Anzar Simanjuntak. (tirto.id/Bayu Septianto)

Jakarta – Dahnil Anzar Simanjuntak yang merupakan Juru bicara Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, menegaskan kontrak pembelian pesawat tempur Mirage 2000-5 dari Qatar sudah dibatalkan.

“Tidak ada pembelian, sudah dibatalkan, dan artinya kontrak tidak efektif karena tidak ada pembelian, syarat-syarat tidak terpenuhi karena ada keterbatasan fiskal tadi, kemampuan untuk membayar itu, syarat-syarat dalam kontrak itu tidak bisa terpenuhi,” kata Dahnil dalam jumpa pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Dahnil mengatakan tidak ada transaksi pembelian pesawat tempur bekas Qatar tersebut. Karena itu, tidak mungkin ada suap.

“Jadi tidak mungkin ada suap karena tidak ada transaksi,” ujar Dahnil.

Dahnil mengatakan Kemhan sudah berkomunikasi dengan pemerintah Qatar terkait pembatalan kontrak pembelian pesawat itu. Komunikasi dilakukan pada Juni-Juli 2023.

“Sudah, sudah (komunikasi) per Juni-Juli 2023. Pembatalan itu Juni-Juli artinya kontrak tidak efektif ada keterbatasan fiskal tadi itu yang membuat tidak efektif,” ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Kementerian Pertahanan, Hotman Paris Hutapea menjelaskan soal video viral mengenai mantan anggota parlemen Uni Eropa, Eva Kaili, yang dinarasikan ada kaitannya dengan proses pembelian Mirage 2000-5. Hotman membantah itu.

“Jadi sekali lagi, kontrak pesawat Mirage dengan Qatar ditandatangani 31 Januari 2023 tetapi batal. Di video ini disebutkan itu skandal suap melibatkan si Eva Kaili. Ternyata dia sudah dipenjara pertengahan 2022. Itu fitnah kedua. Dari video ini pun tidak ada kata-kata suap dan tidak tahu itu suara siapa,” kata Hotman sambil menunjukkan video viral.

“Karena suara saya pun banyak, dulu saya punya video online dipake artificial intelligence (AI). Jadi ini benar-benar itu berita bohong semuanya,” tambahnya.

Editor : Jasver Javier