Boomnews.id

Portal Berita Terkini

Waspada! Ini Gejala TBC yang Kerap Ditemukan pada Anak

(Foto: ilustrasi/thinkstock)

Jakarta – TBC atau tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang organ bagian paru-paru. TBC tidak hanya dapat diidap oleh orang dewasa saja, namun juga pada anak-anak.

Penyakit ini terutama menyerang paru, namun juga bisa mengenai organ lain seperti selaput otak, usus, kelenjar getah bening, ginjal, tulang, dan kulit.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr Imran Pambudi, mengatakan kasus TBC pada anak di Indonesia mengalami kenaikan 2,5 kali lipat dibandingkan 2021, yakni dari 42 ribu kasus pada 2021, menjadi 134 ribu kasus di 2023.

“Jadi kalau penemuan kasus secara nasional itu naiknya sekitar 40 persen, tetapi TB anak itu meningkat cukup tinggi. Ini yang perlu kita waspadai, bagaimana kita mewujudkan Indonesia emas 2045 kalau anak-anak kita banyak yang terkena TB. Dari sini terapi pencegahan TBC kita masih rendah, yakni 2,6 persen,” imbuhnya saat konferensi pers, Jumat (22/3/2024).

Penyakit TBC dapat ditularkan melalui udara dari pasien TBC ke orang yang ada di sekitarnya, melalui percikan air ludah pasien saat batuk, bicara, atau bersin tanpa menutup mulut dan hidung atau tanpa menggunakan masker. Orang tua diharapkan dapat waspada dan mengetahui berbagai gejala yang muncul apabila anak mengalami TBC. Apa saja gejalanya?

dr Imran mengatakan, gejala penyakit TBC pada anak yang kerap kali ditemukan adalah mengalami penurunan berat badan lantaran tak mau makan dan rewel.

“Penyakit TBC pada anak gejalanya bukan batuk. tetapi lebih banyak berat badannya turun, dia nggak mau makan, rewel, kemudian ada pembesaran kelenjar di leher. Jadi bukan batuk,” katanya.

“Akibat dari itu menimbulkan berat badannya turun, jadi pertama kali ditangkap pada saat posyandu, anak-anak yang TB itu berat badannya turun. Sehingga hal-hal itulah yang menyebabkan peningkatan kasusnya tinggi,” imbuhnya lagi.