Boomnews.id

Portal Berita Terkini

Luhut Mau Lunasi Utang Minyak Goreng Rp 474 M, Pengusaha Girang

Foto: Getty Images/iStockphoto/sergeyryzhov

Jakarta – Pelaku usaha Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) menyambut baik pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terkait utang pemerintah terkait minyak goreng. Luhut menegaskan pemerintah bakal melunasi utang Rp 474,8 miliar ke pengusaha minyak goreng.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada pak Luhut Binsar Pandjaitan karena beliau sebagai pemerintah, sangat berkeinginan untuk mengatasi kemelut yang sudah hampir dua tahun terkatung-katung karena tidak berkesudahan,” ucap Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga, dikutip dari detikcom, Selasa (26/3/20240.

Sahat kemudian menjelaskan bahwa sejak pembayaran rafaksi minyak goreng belum lunas, banyak produsen dan distributor minyak goreng yang mengeluhkan hal tersebut. Awalnya, ia menjelaskan minyak goreng dulunya diurus oleh Kementerian Perindusterian (Kemenperin). Semua penyaluran minyak goreng harus tercatat di Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH).

Untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng pada 2022, pemerintah menugaskan pengusaha menjual minyak seharga Rp 14 ribu per liter dari harga pasaran Rp 17 ribu sampai Rp 20 ribu. Sahat menjelaskan pemerintah memberi besaran subsidi sebanyak Rp 1.480 per liter dalam kurun April sampai Juni 2022.

“Dan itu kekurangan antara biaya produksi (Harga Acuan Kelayakan) harga penjualan ke D1 (Distributor). Sudah teratasi oleh Kemenperin dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS),” jelasnya.

Yang jadi persoalan, harga Refraksi pada awal 2022 veri Kementerian Perdagangan masih belum teratasi. Hal itulah yang disebut Sahat menimbulkan kegelisahan produsen dan distributor minyak goreng sampai di tingkat retail. Namun, karena Luhut sudah memastikan bahwa pemerintah akan membayar utang sebanyak Rp 474,8 miliar, ia bersyukur masalah itu kini sudah diatasi.