Boomnews.id

Portal Berita Terkini

Modus Muncikari Rekrut PSK Anak MiChat di Surabaya

Yeyen, muncikari PSK anak dan para joki prostitusi saat dihadirkan dalam jumpa pers (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)

Surabaya – Sebanyak Empat PSK anak jaringan prostitusi online MiChat berhasil diamankan dari seorang muncikari di Surabaya. Lantas bagaimana mereka direkrut jadi PSK?

Jaringan tersebut berhasil dibongkar setelah salah seorang korban melarikan diri. Setelah kabur, korban kemudian melapor ke Polrestabes Surabaya.

Dari situ, polisi lalu melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap YK alias Yeyen (24) bersama 6 joki MiChat yang selama ini membantunya. Seluruhnya kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan Yessi baru menjadi muncikari di awal Januari 2024. Namun, sebelumnya ia pernah menjadi PSK sejak tahun 2021.

“YK jadi muncikari tahun 2021, pernah jadi PSK di Surabaya. Dia bekerja 1 tahun, lalu ikut orang dan tertarik, lalu berpikir lebih menguntungkan jadi mucikari daripada PSK,” ujar Hendro, Selasa (14/5/2024).

Merasa lebih menguntungkan menjadi muncikari, ia memutuskan berhenti jadi PSK di akhir tahun 2023. Lalu, ia pulang ke kampung halamannya di Ogan Komering Ulu Sumatra Selatan.

Selama di kampungnya, ia mengajak dan mengiming-imingi anak perempuan di sana. Ada yang ia jelaskan secara gamblang untuk dijadikan PSK, namun ada pula yang diajak sebagai karyawan toko di Kota Pahlawan.

“Lalu berhenti jadi PSK, pulang ke kampungnya, lali mencari calon-calon PSK lain, ada yang dijelaskan terang-terangan dan ada yang tidak,” ujarnya.

Kepada para calon korbannya kala itu, Yeyen menyatakan seluruh korban yang ditawari adalah anak-anak perempuan. Terutama yang putus sekolah di jenjang SMP.

“Ada tetangga dengan muncikari dan saling mengenal, ada yang sudah paham lalu akan dijadikan PSK dan ada yang tidak paham. Rata-rata (usia korban) masih 15 sampai 17 ini masih di tingkat SMP, mereka putus sekolah,” imbuhnya.

“YK menawarkan pada tetangga-tetangganya yang masih di bawah umur, dengan iming-iming gaji menggiurkan dan para korban dijanjikan bisa berbelanja macam-macam,” tandas Hendro.

Sebelumnya, jaringan prostitusi online di Surabaya yang menawarkan anak dibongkar. Tujuh orang ditangkap dalam kasus tersebut termasuk salah seorang anak di bawah umur.

Ketujuh pelaku yakni YK alias Yeyen (24) perempuan selaku muncikari asal Sumatera Selatan. Lalu enam pria selaku joki masing-masing berinisial RS, AM, SS, RI, AS, dan EM (anak di bawah umur).

Selain tujuh orang pelaku, polisi juga mengamankan empat PSK yang masih di bawah umur yang ditawarkan ke pria hidung belang. Empat korban ini ditawarkan melalui aplikasi MiChat.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono menjelaskan ketujuh pelaku dan empat korban diamankan di dua lokasi. Mereka digerebek di Tower A dan B sebuah Apartemen di Jalan Merr Surabaya.

“Terlapor mempekerjakan anak-anak sebagai PSK sejak bulan Januari 2024, dengan cara terlapor membooking 2 unit di apartemen,” ujar Hendro, Senin (13/5/2024).

(abq/iwd)