Boomnews.id

Portal Berita Terkini

Geger PM Slovakia Ditembak Brutal 5 Kali, Pelaku Kakek-Kakek 71 Tahun

Foto: Perdana Menteri Slovakia Robert Fico (REUTERS/Radovan Stoklasa)

Jakarta – Perdana Menteri (PM) Slovakia Robert Fico ditembak, Rabu waktu setempat. Peristiwa ini terjadi setelah rapat kabinet di pusat kota Handlova.

Mengutip AFP, Kamis (16/5/2024), kondisi Fico telah stabil meski masih “sangat serius”. Ia dilaporkan ditembak tujuh kali dari jarak dekat, dengan beberapa tembakan mengenai perut dan lengan.

Siapa tersangka?

Laporan awal menyebut tersangka merupakan pendiri Klub Sastra DUHA (Pelangi). Ia berasal dari kota Levice, 110 km dari Bratislava.

Ia juga disebut sebagai anggota resmi Asosiasi Penulis Slovakia. Asosiasi juga membenarkan keanggotannya sejak tahun 2015 dan berjanji membatalkan segera.

Putra pelaku dilaporkan juga sudah memberi pernyataan. Dia mengatakan ayahnya memang pemilik senjata yang terdaftar secara sah.

Namun, ia berujar betul-betul tidak tahu apa yang dipikirkan sang ayah. “Apa yang dia rencanakan, dan mengapa hal itu terjadi,” tegasnya.

Ketika ditanya apakah ada kebencian pribadi terhadap Fico, pria itu mengatakan sang ayah memang bukan pemilih sang PM. “Hanya itu yang bisa saya katakan tentang hal itu,” katanya.

Meski demikian, seorang saksi mengatakan pernyataan politik kerap diutarakan pria tersebut dalam video. Di mana ia berujar dunia penuh dengan kekerasan dan senjata serta orang-orang kini menjadi gila.

Ia menunjukkan keprihatinannya terhadap imigrasi dan kebencian serta ekstremisme. Ia mengatakan pemerintah-pemerintah Eropa “tidak mempunyai alternatif terhadap kekacauan ini”.

Pelaku juga diketahui mendirikan “Gerakan Melawan Kekerasan” di Levice. Gerakan ini, yang juga memiliki halaman Facebook, mendefinisikan dirinya sebagai sebuah partai politik baru yang bertujuan untuk mencegah penyebaran kekerasan di masyarakat guna mencegah perang di Eropa dan penyebaran kebencian.

Sementara itu, mengutip BBC International, sebuah rekaman menunjukkan pelaku mengatakan tidak setuju dengan kebijakan pemerintah terkait media pemerintah. Namun sayangnya hal ini belum diverifikasi.

Sebelumnya, ribuan warga Slovakia memprotes usulan reformasi lembaga penyiaran publik dalam beberapa pekan terakhir. Namun, demonstrasi yang dipimpin oposisi dibatalkan pada hari Rabu karena berita penembakan.

(sef/sef)