Presiden Prabowo Subianto (kiri) mencium duplikat Bendera Merah Putih saat diserahkan kepada Paskibraka pembawa baki Bianca Alessia Christabella untuk dikibarkan dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025). ANTARA/HO-BPMI Setpres/Cahyo. (Antara/HO)
Jakarta – Pada 23 September 2025, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berpidato dalam rangkaian acara Sidang Majelis Umum PBB tahun 2025 di Markas PBB di New York, AS.
Presiden Prabowo dijadwalkan berpidato setelah Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump, menurut Hasan Nasbi, kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), di Jakarta, Jumat.
“Informasi yang kami peroleh, sejauh ini Beliau (Presiden Prabowo, red.) dijadwalkan pidato pada tanggal 23 (September, red.). Pidato ketiga setelah Presiden Brazil dan Presiden AS,” kata Hasan Nasbi.
Presiden Prabowo, jika nantinya terbang ke New York, September, akan menjadi Presiden RI pertama yang kembali berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB di Markas PBB, New York, AS, dalam 10 tahun terakhir.
Selama sepuluh tahun kepemimpinannya, Presiden Ke-7 Joko Widodo memilih untuk tidak menghadiri Sidang Majelis Umum PBB secara langsung dan mendelegasikan Retno L. P. Marsudi, menteri luar negeri saat itu, untuk berpidato mewakili Indonesia.
Sidang Majelis Umum Ke-80 PBB dimulai pada 9 September 2025 dan berlangsung hampir sebulan. Pada 23 September 2025, setelah dua bulan, sesi Debat Umum Tingkat Tinggi, yang merupakan bagian tetap dari sidang, dimulai. Di General Assembly Hall di Markas PBB di New York, para pemimpin negara anggota berpidato secara bergantian selama sesi debat yang sangat penting.
Para pemimpin negara-negara anggota dari seluruh dunia akan menyampaikan posisi mereka, serta hal-hal yang ingin mereka lakukan untuk menghadapi tantangan dan perubahan global, termasuk memperingati 80 tahun berdirinya PBB. Annalena Baerbock, Presiden Sidang Majelis Umum Ke-80 PBB, dijadwalkan untuk membuka sesi debat yang sangat kompetitif itu dengan menyampaikan pidato bertemakan “Better Together”, yang berbicara tentang pentingnya persatuan, solidaritas, dan upaya kolektif.
Dari 23 September 2025 hingga 27 September 2029, sesi debat berakhir pada 29 September 2029. Sidang Majelis Umum Ke-80 PBB berlangsung hingga 30 September. Konferensi Tingkat Tinggi tentang Situasi Muslim Rohingya dan Minoritas Lainnya di Myanmar adalah agenda terakhir.
Sumber Antaranews
Suasana lalu lintas yang kembali dibuka usai aksi di depan Mako Brimob Polda Metro Jaya,…
Foto: (Getty Images/ilbusca) Donggala - Pria berinisial SL (34) kini dipenjara karena tega menebas leher…
Foto: Gedung DPRD Makassar terbakar. (Dokumen detikSulsel) Makassar - Di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ada…
Penampakan mobil hangus terbakar di gedung DPRD Makassar. Foto: Muh Zunkarnaim Makassar - Di Makassar,…
Halte Transjakarta di Pasar Senen dibakar massa. (Foto: Istimewa). Jakarta - Pada hari Sabtu pagi…
Tangis ibu almarhum Affan Kurniawan, Herlina pecah saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke rumahnya, Jumat…