Massa menembakkan petasan ke arah kendaraan taktis milik kepolisian di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)
Jakarta – Sampai kamis tengah malam, masih banyak massa yang hadir untuk unjuk rasa di Jakarta. Massa marah atas insiden di mana Seorang pengemudi ojek online bernama Afan Kurniawan tewas setelah terlindas Mobil Barakuda Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Video driver ojol yang ditabrak oleh kendaraan taktis polisi beredar di media sosial. Adegannya sangat jelas dan mengerikan. Polda Metro Jaya mengkonfirmasi bahwa pengemudi ojol itu meninggal dunia.
Setelah tengah malam hari Jumat (29/8/2025), sontak ojol menjadi topik trending di lini masa X dengan 211 ribu tweet. Dia diikuti oleh Ya Allah (95.800 tweet), Brimob (225 ribu tweet), Innalillahi (22.800 tweet), Nyawa (18.200 tweet), dan DILINDAS (93.400 tweet).
Masyarakat geram, marah dan kecewa. Luapan suara di lini masa media sosial menggambarkan kondisi emosi rakyat yang memuncak. Dari para influencer sampai reaksi netizen Indonesia pada umumnya, dalam satu nada suara yang sama.
“Semua mata melihat. Sudah saatnya kita sadar dan melawan. Stop apatis atau kita akan kehilangan semua hak kita. Rakyat sudah makin susah hidupnya, rakyat berhak menuntut keadilan,” kata influencer @jeromepolin di Instagram.
“BIADAB! Tahukah Anda kalau kendaraan yang dibeli dengan uang pajak kami itu berbobot sangat berat dan butuh jarak panjang untuk berhenti? Apa esensinya ngebut di tengah kerumunan massa? Toh kendaraan itu juga lapis baja,” kritik influencer otomotif @fitra.eri di Instagram.
“Masih nangisin bapak ojol, ya Allah pak tersayat banget hati ini liatnyaa perih bgt periiiih💔😭💔😭😭😭,” pekik @ourp***.
Terhadap kejadian ini, GoTo menyampaikan duka cita dan keprihatinannya. Mereka bersimpati untuk korban dan keluarganya.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan keprihatinan atas terjadinya insiden di Pejompongan. Doa dan simpati tulus kami sampaikan untuk korban serta keluarga yang terdampak,” kata Direktur Public Affairs & Communications GoTo, Ade Mulya.
Sebelumnya, Istana juga sudah memberikan tanggapan melalui Mensesneg Prasetyo Hadi. “Kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati-hatian, termasuk kami meminta atensi khusus terhadap kejadian tersebut di atas,” ujarnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan kabar duka meninggalnya satu orang warga yang dilindas rantis Brimob. Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan permohonan maaf.
“Hari ini kami sangat berduka sekali kehilangan saudara kita, yang mana ada kejadian tadi sore, sehingga dengan adanya kejadian tersebut saya atas nama pimpinan Polda Metro dan atas nama kesatuan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam dan turut berduka cita sedalam-dalamnya,” jelas Irjen Asep di RSCM, Kamis (28/8) malam.
Sumber Detiknews