Sadis! Seorang Pria di Donggala Penggal Kepala Ibu Kandungnya gegara Kerap Di-bully - Boomnews.id

Sadis! Seorang Pria di Donggala Penggal Kepala Ibu Kandungnya gegara Kerap Di-bully

Image 195

Foto: (Getty Images/ilbusca)

Donggala – Pria berinisial SL (34) kini dipenjara karena tega menebas leher ibunya, LN (55) dengan putus. Pria itu, yang berasal dari Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), diduga membunuh ibunya karena dia kesal karena keluarganya sendiri sering membullynya.

Pembunuhan sadis itu terjadi pada Selasa (26/8) malam di rumah korban di Desa Gimpubia, Kecamatan Pinembani, Donggala. Pelaku ditangkap di dalam hutan pada Rabu (27/8).

“Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan setelah tim menyisir hutan dibantu masyarakat,” ujar Kasat Reskrim Polres Donggala Iptu Bayu Dhamma dalam keterangannya, Kamis (28/8/2025).

Pelaku Sakit Hati Kerap Di-bully

Bayu mengatakan pelaku awalnya mendatangi rumah korban sekitar pukul 18.00 Wita pada hari kejadian. Saat itu, pelaku sudah membawa sebilang parang yang digunakan menebas leher korban.

“Posisi dia sudah pegang parang. Langsung tebas mamanya, tanpa ada kata-kata apa pun,” kata Bayu.

Pelaku kemudian membawa kepala ibunya ke rumah kakaknya, yang berjarak sekitar 200 meter dari TKP, dan melemparkan kepala korban ke rumah kakaknya.

“Dia dobrak pintu rumah kakaknya, lalu dilempar kepala sambil bilang ‘Ini kepala mamamu, ini kepala ibumu’,” beber Bayu.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diduga sakit hati dengan keluarganya. Namun kekesalan pelaku justru dilampiaskan ke korban yang merupakan ibunya.

“Motifnya itu dia sakit hati, terlalu sering di-bully begitu sama keluarga.
Sebenarnya yang bully bukan korban, tapi keluarganya katanya. Ia betul dilampiaskan ke korban ini,” ungkapnya.

Bayu mengatakan pihaknya tidak dapat memastikan bahwa pelaku adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) karena pelaku memahami pertanyaan penyidik selama pemeriksaan.

“Kalau dibilang ODGJ, sekarang belum bisa dikatakan. Selama diperiksa dia bisa jawab pertanyaan dan mengerti maksud penyidik,” terangnya.

“Selama diperiksa, dia kooperatif. Apa yang kita tanya, dia bisa jawab. Apa yang kita maksud, dia juga mengerti,” tambahnya.

Sumber Deetiknews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *